![]() |
| Dok: Momen Irjen Pol. Asep Safrudin, Kapo |
ANAMBAS, NEWSAJDDETIK.CO.ID - Kunjungan kerja Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin ke Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi momentum bagi masyarakat pesisir.
Di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan Nelayan, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas menyampaikan berbagai persoalan strategis mulai dari tata niaga perikanan, pengawasan laut, hingga perlindungan terhadap nelayan.
![]() |
| Dok : Momen Perwakilan DPC-HNSI Anambas, Fitrahadi, S.H., memberikan kata sambutan saat temuramah dengan Kapolda Kepri, (14-05). |
Perwakilan DPC-HNSI Anambas, Fitrahadi, S.H., yang hadir mewakili Ketua HNSI Agustar karena sakit, menegaskan bahwa kehadiran Kapolda Kepri di tengah masyarakat nelayan merupakan catatan sejarah baru bagi Anambas.
“Dalam catatan sejarah, ini pertama kali Bapak Kapolda Kepri hadir menyambangi masyarakat nelayan. Kehadiran ini membawa banyak pesan moral bagi kami,” ujar Fitra dalam sambutannya, Kamis (14/5/2026), satu hari yang lalu di Tanjung Tebu.
Menurutnya, nelayan merupakan kelompok masyarakat yang sangat rentan terhadap kemiskinan apabila pengelolaan sumber daya perikanan tidak berjalan dengan baik.
Karena itu, HNSI menyoroti pentingnya pengawasan tata niaga hasil perikanan agar tercipta sistem perdagangan yang sehat dan terbebas dari praktik monopoli.
Selain persoalan tata niaga, HNSI juga menyoroti keterbatasan akses transportasi hasil laut yang hingga kini masih menjadi hambatan utama distribusi dan peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah kepulauan.
Dalam kesempatan tersebut, Fitra berharap kunjungan Kapolda Kepri tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat nelayan dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
“Kami yakin banyak aspirasi masyarakat yang sudah Bapak tampung selama berada di Anambas.
Ini tentu menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan ke depan, khususnya terkait penegakan hukum dan pengawalan aktivitas eksploitasi laut yang ilegal,” katanya.
HNSI juga mendorong penguatan pengawasan wilayah laut yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan keselamatan nelayan.
Menurut Fitra, fasilitas patroli laut yang dimiliki aparat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyelamatan nelayan ketika menghadapi kondisi darurat di laut.
Tak hanya itu, HNSI turut meminta adanya pendekatan pembinaan terhadap pelaku usaha perikanan yang masih mengalami kendala perizinan.
Pendampingan dan sosialisasi dinilai penting agar proses penegakan hukum dapat berjalan lebih humanis.
“Mungkin masih ada pengusaha perikanan yang belum lengkap perizinannya. Kami berharap ada pendekatan pembinaan dan sosialisasi sebelum penegakan hukum dilakukan,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan Kapolda Kepri tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan temurah itu berlangsung di salah satu resor atau tempat berlibur di daerah Tanjung Tebu, Desa Siantan Timur Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kunjungan kerja Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin ke Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir. Di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan nelayan, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas menyampaikan berbagai persoalan strategis mulai dari tata niaga perikanan, pengawasan laut, hingga perlindungan terhadap nelayan.
Perwakilan DPC-HNSI Anambas, Fitrahadi, S.H., yang hadir mewakili Ketua HNSI Agustar karena sakit, menegaskan bahwa kehadiran Kapolda Kepri di tengah masyarakat nelayan merupakan catatan sejarah baru bagi Anambas.
“Dalam catatan sejarah, ini pertama kali Bapak Kapolda Kepri hadir menyambangi masyarakat nelayan. Kehadiran ini membawa banyak pesan moral bagi kami,” ujar Fitra dalam sambutannya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, nelayan merupakan kelompok masyarakat yang sangat rentan terhadap kemiskinan apabila pengelolaan sumber daya perikanan tidak berjalan dengan baik. Karena itu, HNSI menyoroti pentingnya pengawasan tata niaga hasil perikanan agar tercipta sistem perdagangan yang sehat dan terbebas dari praktik monopoli.
Selain persoalan tata niaga, HNSI juga menyoroti keterbatasan akses transportasi hasil laut yang hingga kini masih menjadi hambatan utama distribusi dan peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah kepulauan.
Dalam kesempatan tersebut, Fitra berharap kunjungan Kapolda Kepri tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat nelayan dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
“Kami yakin banyak aspirasi masyarakat yang sudah Bapak tampung selama berada di Anambas. Ini tentu menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan ke depan, khususnya terkait penegakan hukum dan pengawalan aktivitas eksploitasi laut yang ilegal,” katanya.
HNSI juga mendorong penguatan pengawasan wilayah laut yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dan keselamatan nelayan. Menurut Fitra, fasilitas patroli laut yang dimiliki aparat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyelamatan nelayan ketika menghadapi kondisi darurat di laut.
Tak hanya itu, HNSI turut meminta adanya pendekatan pembinaan terhadap pelaku usaha perikanan yang masih mengalami kendala perizinan. Pendampingan dan sosialisasi dinilai penting agar proses penegakan hukum dapat berjalan lebih humanis.
“Mungkin masih ada pengusaha perikanan yang belum lengkap perizinannya. Kami berharap ada pendekatan pembinaan dan sosialisasi sebelum penegakan hukum dilakukan,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan Kapolda Kepri tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pada kesempatan yang sama Kapolda kepri intruksikan Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) segera usulkan kapal patroli cepat.
"Segera usulkan pasilitas untuk patroli dan kalau bisa harus bagus dan cepat, " Ungkap Irjen Pol. Asep Safrudin, (14/05).
Penulis : F-Red.
.png)


