ANAMBAS, NEWSAJADDETIK.CO.ID — Kondisi bangunan Kantor Cabang Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas di Kecamatan Jemaja kian kritis dan membahayakan keselamatan. Kendati telah menyita perhatian publik, sikap pemerintah daerah dinilai lamban serta terkesan mengabaikan keselamatan warga maupun pegawai.
https://www.newsajaddetik.co.id/2026/08/rakyat-bayar-pertalite-bukan-kerusakan.html
Redaksi newsajaddetik.co.id telah menginformasikan secara langsung masalah ini kepada Kepala DP3 Kabupaten Kepulauan Anambas, Roni Ahmad, S.E., M.Si., melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya. Yang bersangkutan telah merespons dan dijadwalkan memberikan hak jawab secara resmi pada jam kerja.
https://www.newsajaddetik.co.id/2026/08/aset-negara-lapuk-dibeli-uang-rakyat.html
"Siap abangku,,,terima kasih Abangku," tulis Roni singkat melalui pesan WhatsApp, Senin (24/8/2026) pukul 22.45 WIB.
LSM Cindai Soroti Dugaan Pembiaran dan Anggaran Perawatan
Kritik pedas dilayangkan oleh Sekretaris LSM Cindai Cerdik Pandai Muda Melayu, Martin. Ia mengecam keras dugaan pembiaran yang berpotensi mengancam keselamatan para pegawai dan masyarakat yang berkunjung.
"Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan. Plafon hancur, tiang beton mengalami kerusakan struktural, dan pagar retak parah. Kami mempertanyakan secara terbuka, ke mana dialokasikan anggaran perawatan kantor tersebut selama ini?" tegas Martin saat dihubungi newsajaddetik.co.id, Selasa (25/8/2026).
"Siap abangku,,,terima kasih Abangku," tulis Roni singkat melalui pesan WhatsApp, Senin (24/8/2026) pukul 22.45 WIB.
LSM Cindai Soroti Dugaan Pembiaran dan Anggaran Perawatan
Kritik pedas dilayangkan oleh Sekretaris LSM Cindai Cerdik Pandai Muda Melayu, Martin. Ia mengecam keras dugaan pembiaran yang berpotensi mengancam keselamatan para pegawai dan masyarakat yang berkunjung.
"Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan. Plafon hancur, tiang beton mengalami kerusakan struktural, dan pagar retak parah. Kami mempertanyakan secara terbuka, ke mana dialokasikan anggaran perawatan kantor tersebut selama ini?" tegas Martin saat dihubungi newsajaddetik.co.id, Selasa (25/8/2026).
https://www.newsajaddetik.co.id/2026/08/buru-residivis-yuwanky-ke-singapura.html
Selain kerusakan fisik bangunan, Martin mengungkapkan bahwa fasilitas pelayanan publik tersebut kerap terendam banjir rob saat air laut pasang tinggi. Kondisi ini mempercepat laju kerusakan material gedung sekaligus mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Dinas Berdalih Keterbatasan Anggaran dan Faktor Cuaca
Dikonfirmasi secara terpisah, Koordinator Wilayah (Korwil) Perikanan Kecamatan Jemaja, Werfa, mengklaim bahwa pihak dinas sebenarnya telah merespons kondisi gedung dengan menerjunkan tim konsultan teknis.
Selain kerusakan fisik bangunan, Martin mengungkapkan bahwa fasilitas pelayanan publik tersebut kerap terendam banjir rob saat air laut pasang tinggi. Kondisi ini mempercepat laju kerusakan material gedung sekaligus mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Dinas Berdalih Keterbatasan Anggaran dan Faktor Cuaca
Dikonfirmasi secara terpisah, Koordinator Wilayah (Korwil) Perikanan Kecamatan Jemaja, Werfa, mengklaim bahwa pihak dinas sebenarnya telah merespons kondisi gedung dengan menerjunkan tim konsultan teknis.
"Kami sudah melakukan koordinasi kepada pihak Kepala Dinas. Alhamdulillah, Kepala Dinas sudah menurunkan konsultan untuk mengecek keadaan dan situasi kantor sekarang. Itu sudah dilaksanakan awal tahun kemarin," kata Werfa.
Kendati pengecekan teknis telah dilakukan, Werfa mengakui bahwa perbaikan fisik gedung hingga saat ini belum dapat direalisasikan. Ia menduga keterbatasan APBD Kabupaten Kepulauan Anambas serta kondisi alam menjadi kendala utama tertundanya proyek rehabilitasi tersebut.
"Mungkin mengingat faktor cuaca atau anggaran Anambas sekarang ini, jadi salah satu faktor lambatnya proses pembangunan atau proses rehabilitasi," jelasnya.
Masyarakat setempat bersama lembaga swadaya masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk tidak mengulur waktu dan segera mengalokasikan anggaran perbaikan secara konkret, agar gedung pelayanan publik di Jemaja tersebut kembali aman dan layak digunakan.
Penulis: Tim Redaksi newsajaddetik.co.id
Editor: Redaksi newsajaddetik.co.id


